Mengenal 12 Jenis Sablon Manual

Posted on Posted in distro, pembuatan kaos, sablon kaos

Sablon merupakan salah satu teknik mencetak pada berbagai media seperti kain (kaos, dll), plastik, kertas, kaca, sebagainya dengan menggunakan alat bantu berupa screen sablon . Screen ini kemudian diberi pola yang berasal dari negatif desain yang dibuat sebelumnya di kertas  kalkir. Setelah diberi fotoresis dan disinari, maka harus disiram air agar pola terlihat lalu akan terbentuk bagian-bagian yang bisa dilalui tinta dan tidak.

Sablon manual masih cukup populer sampai saat ini di industri konveksi. Definisi yang kami uraikan di atas merupakan definisi sablon manual. Peralatan antara lain printer laser, screen, dan rakel. Pada teknik sablon manual warna yang diperoleh tidak selengkap seperti sablon digital, dikarenakan setiap warna membutuhkan cetakannya sendiri-sendiri. Berikut kami rangkum 12 jenis sablon manual yang paling umum digunakan di industri.

1. Plastisol

Plastisol adalah tinta sablon berbasis PVC. Plastisol tidak mudah mampet pada screen, dan juga tidak mudah retak atau pecah ketika prosesnya dilakukan dengan benar. Tinta Plastisol memiliki keunikan yang tidak dimiliki oleh jenis tinta sablon lainya yaitu sifatnya yang kuat dan sangat cocok di aplikasikan untuk design yang detail berupa titik titik kecil.

Hasil cetak sablon plastisol memiliki tekstur yang sedikit mengkilap dan sedikit tebal jika diraba. Dapat menciptakan sablonan yang cukup cerah dan dapat menempel kuat pada kaos walaupun hanya satu kali gesut. Karena sifatnya yang tidak mudah kering sehingga minim limbah. Plastisol dan rubber merupakan dua jenis sablon standar saat ini.

2. Rubber

Sablon rubber (karet) adalah jenis sablon yang bersifat elastis. Sablon rubber merupakan sablon yang berbahan dasar air, (Water Based) yang artinya jenis tinta sablon ini bersifat menyatu dengan air atau bisa diolah menggunakan air.

Sablon jenis ini memiliki karakteristik meresap ke dalam serat kain karena itu hasil sablon terasa lebih lembut di bandingkan dengan tinta sablon berbasis minyak, tinta sablon ini sangat baik mencetak warna gelap untuk kain yang warnanya lebih lembut dan ketahanan terhadap kain bisa tahan lama.

Sablon jenis ini juga cocok untuk kain berwarna gelap dan mampu untuk menutup seluruh media tekstil gelap , bahkan yang berwarna hitam sekalipun.

3. Pigment

Sablon ini mempunyai kemampuan diserap oleh kain yang berwarna terang dan mungkin sedikit transparent, oleh karena itu lazimnya sablon pigmen digunakan pada kain yang berwarna dasar terang. Selain itu, tinta jenis ini hanya membutuhkan sedikit bibit warna agar dihasilkan warna yang ingin dibuat. Tinta jenis ini biasanya digunakan untuk pembuatan kaos yang berbiaya murah, karena harga tinta ini relatif.

4. Glow in the Dark

Sablon jenis ini menyala ketika digunakan di tempat yang kurang cahaya. Campurannya mengandung serbuk fosfor dan medium sehingga dapat membuat nyala di kegelapan. Kita dapat menggunakan pasta yang berkarakteristik transparent sebagai mediumnya. Agar lebih mendapatkan hasil yang maksimal, anda bisa menyablon tinta ini diatas kain yang berwarna dasar terang agar pancaran cahayanya lebih maksimal.

5. Discharge

Sesuai namanya, tinta sablon ini dapat menipiskan bahkan menghilangkan warna dasar kaos kemudian mengisinya dengan warna baru sesuai tinta yang digunakan. Namun perlu anda ketahui tidak semua kain kaos dapat menggunakan tinta jenis ini (biasanya bisa hanya pada katun).  Selain itu, perlu ada mesin hot/heatpress untuk melakukan proses curingnya.

6. Foam

Sablon jenis ini menghasilkan desain pada kaos menjadi 3 dimensi. Sablon ini yang kemudian juga dikenal dengan nama sablon 3D. Sama seperti kebanyakan jenis sablon manual lain, dibutuhkan alat pressuntuk mencetak desain kering dan tercetak pada kaos dengan baik.

7. High Density

Seperti sablon foam, sablon ini juga menghasilkan efek 3 dimensi pada kaos. Jenis sablon ini menggunakan bahan karet yang kemudian hasilnya terasa timbul saat disentuh. Tekstur dari tinta sablon yang digunakan sendiri adalah tinta Gel sehingga sangat cocok untuk desain typography.

8.  Super white

Sesuai namanya, tinta ini sangat baik jika digunakan pada kain yang berwarna dasar gelap karena mampu menghasilkan warna putih yang cemerlang dan mempunyai daya tutup yang baik pada kaos. Kita dapat menambahkan pigmen warna agar tampak menarik namun sayangnya tidak berlaku bagi warna gelap.

9. Foil

Sablon foil adalah jenis sablon yang juga menempel bahan desain ke kaos dan kemudian dilakukan press. Bahan di menggunakan plastik foil.

10. Reflektif

Sesuai namanya (reflektif/memantul) maka kaos ini akan menyala jika kaos disinari oleh sumber cahaya. Biasa digunakan pada life jaket atapun rompi polisi.

11. Flocking

Flocking sebenarnya bukan tinta seperti sablon lainnya, melainkan kertas seperti beludru, di mana proses pembuatannya adalah dengan dipress menggunakan mesin heater , setelah terlebih dahulu kaos yang akan dipress diberi lem khusus, sehingga kertas flocking akan pindah ke kaos.

12. Glitters

Tipe ini memadukan partikel-partikel (bukan tinta) sebuk ada yang halus dan kasar. Makin renggang, cocok digunakan untuk jenis screen yang digunakan. Partikel-partikel ini memiliki jenis warna dan efek yang berbeda-beda dan dapat dibuat untuk mensablon kaos dengan perekat yang pas untuk setiap bahan kaos. Uniknya, perekat yang anda inginkan dapat anda print dahulu, baru setelah itu anda taburkan gliters diatasnya. Ada 3 efek yang dapat anda ciptakan yaitu efek metalik, efek rainbow, efek hologram. 

Itulah 12 jenis sablon yang dipakai di industri pembuatan baju. Mungkin masih ada yang tidak tercantumkan dalam artikel ini, tapi 12 jenis inilah yang umum digunakan. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *