Jenis Kain Syal dan Perawatannya

Posted on Posted in industri konveksi
Sumber: https://yorkshawls.co.uk/

Syal merupakan jenis pakaian pelengkap yang biasanya berupa sehelai kain persegi panjang yang dipakai atau dililitkan secara longgar di atas bahu, leher dan kadang di atas kepala. 

Umumnya syal digunakan saat musim dingin atau musim penghujan untuk menangkal cuaca dingin. Seiring berkembangnya dunia fashion syal tidak sekedar berfungsi sebagai busana pelangkap musim dingin saja, kini syal merupakan salah satu item fashion yang bisa menunjang penampilan anda.

Ada beragam bahan yang digunakan untuk membuat syal yang berasal dari bahan baku mentah yang berbeda. Berikut jenis-jenis bahan syal yang ada di pasaran beserta perawatannya.

Bahan Akrilik

Akrilik berasal dari bahan kimia asam akrilik yang pada perkembangannya bisa diolah menjadi kaca, cat, resin dan serat kain. Kain akrilik memiliki sifat yang mirip kain wool seperti lembut, ringan dan mudah kering

Perawatan: Cuci dengan deterjen. sabun biasa maupun dry cleaning. Peka terhadap sinar matahari.

Bahan Alpaca
Bahan Alpaca berasal dari Amerika selatan. Serat Alpaca berciri sangat hangat dan lembut. Bahan jenis ini lebih hangat dan ringan daripada wool domba.
Perawatan: Cuci ringan dengan tangan atau dry clean,  jangan dibleach, diperas atau digantung

Bahan Baby Alpaca
Baby alpaca memiliki serat yang lebih halus daripada Alpaca biasa sehingga harganya lebih mahal. Bahan baby alpaca lebih jarang daripada cashmere. Alpaca sering juga disamakan dengan sehalus cashmere dan selembut sutra
Perawatan: Cuci tangan ringan atau dry clean, jangan dibleach, jangan di peras atau digantung

Bahan Cashmere
Bahan cashmere terbuat dari lapisan bawah bulu kambing capra hircus. Bahan Cashmere memiliki serat yang mewah – sama dengan pashmina. Cashmere merupakan sebutan bangsa barat untuk menyebut pashmina.
Perawatan: Dry clean

Bahan Cotton (katun)
Berasal dari serat tumbuhan kapas. Bahan katun sudah sangat umum digunakan untuk membuat kaos. Kain katun memiliki karakteristik adem di kulit, menyerap keringat dengan baik dan lembut.
Perawatan: Dicuci biasa, dengan deterjen dll

Bahan Rayon
Rayon awalnya dibuat  sebagai pengganti sutra. Kain rayon terbuat dari serat kayu. Bahan syal terbuat dari Rayon memiliki kelembutan seperti sutra, cashmere atau wool.
Perawatan: biasanya rayon hanya boleh di dry clean, tapi beberapa bisa juga dicuci ringan dengan tangan

Bahan Sutra (Silk)
Bahan sutra terbuat dari kepompong ulat sutra yang diolah. Bahan syal ini sangat halus dan lembut
Perawatan: biasanya silk hanya boleh di dry clean. Tapi jenis prewashed silk biasanya bisa dicuci

Bahan Pashmima

Sumber: https://realirish.com/

Bahan Pashmina terbuat dari lapisan bawah bulu kambing capra hircus. Dari bahasa Persia “pashm” yang berarti serat wool terbaik. Bahan syal ini sangat nyaman dan hangat dipakai
Perawatan: hanya dry clean

Bahan Merino Wool
Bahan Merino Wool terbuat dari domba Ovis Aries
Perawatan: Dry clean

Bahan Shahtoosh
Bahan shahtoosh terbuat dari lapisan bawah bulu antelope atau chiru yang saat ini keberadaanya sudah cukup langka.

Bahan Wool
Bahan wool umumnya terbuat dari bulu domba yang diolah kembali. Bahan Wool memiliki karakteristik sangat kuat dan hangat, namum agak sulit untuk dibersihkan jika terkena noda. Karena kehangatannya wool juga biasa digunakan untuk membuat sweater.
Perawatan: cuci atau dry clean. Gantung untuk menghilangkan kerutan. Setrika di bagian sisi dalamnya, serta gunakan pelapis

Sekian jenis-jenis bahan untuk membuat syal yang ada di pasaran. Semoga bermanfaat sebagai pertimbangan bagi anda yang hendak membeli syal.

 

 

 

Sumber: http://www.ameerashawl.com/news/bahan-syal-dan-perawatannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *