Mengenal Varian Bahan Cotton

Posted on Posted in industri konveksi, pembuatan kaos, proses produksi kaos

Kaos merupakan jenis pakaian yang paling populer saat ini, hampir semua orang memakainya setidaknya sekali seminggu. Kaos juga merupakan salah satu media kreasi seni yang diminati anak muda kekinian. Banyak sekali desain kaos yang beredar di pasaran, dengan berbagai segmentasi pasar dan tingkat kesulitan.

Bahan cotton (katun) merupakan bahan standar pembuatan kaos. Saat ini, terutama di Indonesia bahan cotton combed dan carded paling banyak digunakan untuk membuat kaos.  Bagi sebagian orang awan mungkin tidak banyak yang mengetahui varian bahan katun yang ada di pasaran. Karena itu artikel kali ini akan membahas varian bahan katun.

Katun Combed

Katun combed terbuat dari  serat murni dari kapas (katun) dengan melalui proses pembuatan yang lebih panjang dari katun carded. Sifat dari kain katun adalah nyaman di kulit, terpatnya kain halus dan dingin. Oleh karena itu di Indonesia yang mayoritas beriklim tropis sangat cocok memakai pakaian berbahan katun Combed.

Nama combed diambil dari proses pemintalannya yaitu combing. Proses ini merupakan lanjutan dari pemintalan setelah carding yang bertujuan untuk mendapatkan kain yang lebih halus dan berkualitas. Kain ini sudah memiliki proses washing sehingga baik digunakan untuk banyak orang karena bahan kimia yang terkandung sudah dikurangi. Karena itu harga katun combed lebih mahal dari katun carded.

Adapun ragam dari kain katun combed yaitu 20s, 24s, dan 30s. Nomor ini menunjukan ketebalan kain. Kain katun cotton combed 20s adalah yang paling tebal begitupun sebaliknya 30s semakin tipis. Katun combed sejauh ini masih merupakan kain yang paling umum digunakan untuk pembuatan kaos dan menjadi standar bahan kaos di pasaran.

Katun Carded

Seperti katun combed, katun carded juga berbahan dasar serat kapas (katun), namun yang membedakan keduanya adalah proses pembuatannya yang tentu berujung pada kualitas produk jadi yang berbeda.

Dalam proses pembuatan benang katun carded, ada proses yang dilewati yaitu proses combing. Proses combing merupakan proses tambahan yang dapat menghasilkan kain katun yang lebih halus dan berkualitas. Karena itu katun karded memiliki tekstur yang agak kasar dan kaku. Katun carded juga memiliki gramasi kain seperti combed, yaitu 20s, 24s, dan 40s.

Jenis katun ini juga tidak  melalui proses washing, dimana washing adalah pengangkatan dan pengurangan bahan kimia yang ada pada kain. Karena itu kain katun carded ini biasa digunakan untuk membuat kaos yang memiliki kualitas biasa atau rendah seperti kaos merchandiseseragam perusahaan kecil, atau kaos berkualitas biasa pada umumnya. Itulah mengapa pakain berbahan katun carded lebih murah.

Special Cotton

  • SK CM 30S Premium

Premium cotton terbuat dari benang cotton, diproses dengan compact spinning dengan memadatkan serat benang dan mengurangi bulu, sehingga menghasilkan benang yang lebih kuat, padat, serta tidak banyak berbulu. Cotton premium memiliki anyaman yang lebih rekat dan padat.

  • SK CM 30S Sueding & SK CM 24S Sueding

Bahan jenis ini diproses memakai bahan kimia untuk mendapatkan kelembutan ekstra. Bahan katun jenis sueding terasa lebih lembut dan empuk.

  • SK CM 30S Enzyme

Dilakukan proses enzyme pada bahan cotton untuk menghilangkan bulu-bulu atau kandungan non selulosa pada kain untuk meningkatkan daya serap tanpa mengurangi kekuatan benang. Katun jenis ini terasa lebih lembut dan tidak berbulu.

  • SK CM 30S Bamboo

Jenis katun ini terbuat dari 65% serat bambu dan 35% serat katun. Kadar perbandingan serat bisa bervariasi.

  • Cotton Modal

Cotton modal terbuat dari campuran serat cotton dan serat kayu beachwood. Bahan katun modal berciri sangat lembut, memiliki daya serap keringat yang baik, adem di kulit dan terlihat sedikit berkilau pada permukaan kainnya.

  • Cotton Supima

Supima adalah jenis kapas unggul Pima Amerika yang ditanam di Amerika Serikat, jenis kapas ini hanya tumbuh di negara bagian barat dan barat daya California, Arizona, Texas, dan New Mexico.

Kapas Supima hanya bisa tumbuh di daerah gurun dengan iklim yang panas dan kering, serta musim tanam yang panjang. Jenis kapas super ini cukup langka dan hanya sekitar 1% dari kapas yang ditanam di dunia, sehingga harganya pun relatif mahal. Dan hanya menyumbang sekitar 3% dari produksi kapas tahunan di AS.

Katun supima memiliki karakteristik sangat lembut, kuat, semakin sering dicuci dan dipakai, Cotton Supima justru terasa semakin lembut dan nyaman.

  • Polycotton

Seperti namanya katun ini merupakan campuran polyester dan cotton. Polycotton memiliki terkstur halus.

Itulah varian bahan katun yang umum di pasaran, semoga bermanfaat bagi bahan pertimbangan untuk memilih bahan kaos yang paling tepat untuk anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *