
Bila anda hendak membeli kaos bersablon, biasanya jenis sablon yang ditawarkan pedagang adalah plastisol dan rubber. Saat ini kedua jenis sablon inilah yang paling umum digunakan di industri dan menjadi standar dalam pembuatan kaos.
Sebenarnya masih banyak jenis dari sablon kaos lain yang tersedia di pasaran. Misalnya sablon pasta, sablon foam, sablon pigmen, dan lain-lain, tapi sablon rubber dan sablon plastisol yang paling umum dipakai untuk sablon kaos.
Karena umum digunakan dalam kaos, banyak juga pembeli yang belum mengetahui perbedaan keduanya. Karena itu pada artikel kali ini kami akan mengulas perbedaan keduanya agar menjadi info bermanfaat bagi pembeli yang hendak memilih jenis sablon yang tepat.
Sablon Plastisol
Plastisol adalah tinta sablon berbasis PVC. Teknik sablon plastisol termasuk dalam kategori sablon manual. Plastisol tidak mudah mampet pada screen, dan juga tidak mudah retak atau pecah ketika prosesnya dilakukan dengan benar. Tinta Plastisol memiliki keunikan yang tidak dimiliki oleh jenis tinta sablon lainya yaitu sifatnya yang kuat dan sangat cocok di aplikasikan untuk design yang detail berupa titik titik kecil.
Hasil cetak sablon plastisol memiliki tekstur yang sedikit mengkilap dan sedikit tebal jika diraba. Dapat menciptakan sablonan yang cukup cerah dan dapat menempel kuat pada kaos walaupun hanya satu kali gesut. Karena sifatnya yang tidak mudah kering sehingga minim limbah. Tinta yang telah digunakan dapat disimpan dan dapat digunakan lagi.
Sablon Rubber
Sablon rubber (karet) adalah jenis sablon yang bersifat elastis. Sablon rubber merupakan sablon yang berbahan dasar air, (Water Based) yang artinya jenis tinta sablon ini bersifat menyatu dengan air atau bisa diolah menggunakan air.
Sablon jenis ini memiliki karakteristik meresap ke dalam serat kain karena itu hasil sablon terasa lebih lembut di bandingkan dengan tinta sablon berbasis minyak, tinta sablon ini sangat baik mencetak warna gelap untuk kain yang warnanya lebih lembut dan ketahanan terhadap kain bisa tahan lama.
Sablon jenis ini juga cocok untuk kain berwarna gelap dan mampu untuk menutup seluruh media tekstil gelap , bahkan yang berwarna hitam sekalipun.
Perbedaan Sablon Plastisol dan Sablon Rubber
- Sablonan yang dihasilkan sablon plastisol terasa timbul. Sedangkan cetakan sablon rubber terasa elastis dan memiliki kerapatan tinggi.
- Sablon plastisol merupakan sablon oil based, sedangkan sablon rubber adalah jenis sablon water based. Oleh karena itu sablon plastisol sangat awet meski dicuci berkali-kali. Sedangkan sablon jenis rubber akan retak dalam 5 bulan.
- Dari segi kualitas plastisol lebih unggul dari rubber
- Sablon plastisol akan rusak bila disetrika. Sablon rubber juga akan rusak bila di setrika namun tidak separah sablon plastisol.
- Harga sablon plastisol lebih mahal di banding sablon rubber.
- Sablon Plastisol merupakan standar sablon kaos di luar negeri sedangkan sablon rubber tidak
- Proses sablon rubber menghasilkan limbah lebih banyak daripada plastisol
- Proses pengeringan tinta sablon rubber berlangsung lebih cepat ketimbang tinta sablon plastisol.
Demikianlah perbedaan sablon plastisol dan sablon rubber yang kami rangkum. Semoga bermanfaat bagi anda yang hendak membeli kaos ataupun mempelajari industri sablon.