Mengenal Gramasi Kain

Kalau saat ini anda berminat untuk memulai bisnis garmen atau konveksi, atau anda seorang konsumen produk garmen yang seringkali berkutat dengan istilah-istilah garmen, maka anda perlu mengetahui pengetahuan dasar perihal gramasi kain.

Gramasi kain merupakan istilah untuk menyatakan berat kain dengan standar tertentu. Grammasi adalah berat kain dalam satuan gram setiap luas area 1 meter persegi. Atau grammasi artinya berat kain dalam satuan gram setiap luas area kain 1 yard persegi. Jadi grammasi kain dapat dinyatakan dalam satuan gram/meter2 dan gram/yard2.

Umunya gramasi kain di Indonesia menggunakan satuan gram per meter kubik (g/m2).

Alat ukur gramasi kain

Gambar di atas adalah gambar GSM Cutter atau alat pengukur gramasi kain.

 

Cara mengukurnnya adalah dengan memotong kain yang ingin diketahui grammasinya berbentuk lingkaran sempurna dengan luas 100 cm2 atau 0.01 m2. Untuk pengambilan sampel kain ukuran ini, perlu dilakukan dengan alat khusus yaitu alat grammasi sirkular. Cara pengambilan sampel dengan metoda ini lebih cepat karena menggunakan alat khusus sehingga cara ini banyak digunakan di industri tekstil dan garmen. Hal yang harus diperhatikan adalah angka yang ditunjukan pada alat timbang harus dikali faktor pengali 100 dan potongan sampel lingkarannya jangan sampai lonjong.

 

Pengelompokan  Gramasi Kain Katun Combed:

Gramasi kain berfungsi untuk mengetahui panjang kain yang dapat dibuat. Apabila gramasi tipis, maka kain yang dihasilkan akan lebih panjang. Apabila gramasi lebih tebal, maka kain yang dapat dihasilkan tidak akan panjang. Berikut ini adalah pengelompokan gramasi kain standar yang umum digunakan di pasaran:

1. Cotton Combed 40’S

Kain yang mempunyai tingkat ketebalan antara 110 – 120 gram / m2, dengan menerapkan rajutan Single Knitt. Juga biasa untuk kain yang berat gramasinya 180 – 200 gram / m2. 40’S keduanya menciptakan kain yang sangat tipis.

2. Cotton Combed 30’S

Nilai gramasi pada kain ini kurang lebih sekitar 140 – 160 gram / m2, berjenisrajutan Single Knitt. Untuk jenis Double Knitt ketebalannya kisaran 219 – 230 gram / m2. Hasil yang diperoleh dari jenis 30’S kainnya sedikit lebih tebal dari 40’S.

3. Cotton Combed 24’S

Besar gramasi kain ini pada angka 170 – 210 gram / m2. Jenis rajutannya Single Knitt. 24’S termasuk dalam kategori kain berketebalan sedang.

4. Cotton Combed 20’S

Jenis ini adalah yang paling tebal di pasaran. Beratnya sekitar 180 – 220 gram / m2. Jenis rajutannya juga Single Knitt.

Single Knitt memiliki arti rajutan tunggal yang dilambangkan dengan huruf S, sedangkan Double Knitt berarti rajutan ganda dan dilambangkan dengan huruf D. Untuk Double Knitt biasanya dipakai untuk bahan pembuatan kaos bayi, harganya pun cenderung lebih mahal. Dari berbagai jenis berat kain di atas, yang paling sering digunakan sebagai acuan standar adalah 30’S, misalnya untuk kaos-kaos distro.

Selain single knitt dan double knitt, adapula jenis rajutan lain yang sering ditemukan pada kaos berbahan katun. Diantaranya adalah Lacoste, yaitu rajutan bercorak yang penglaplikasiannya tidak dapat dibolak balik. Digunakan untuk kaos polo atau yang berkerah. Kemudian Yarn Dye, rajutan kombinasi yang digunakan untuk kaos berwarna-warni. Ada juga Drop Needle atau rajutan halus dengan sistem cabut jarum.

Sekian pengenalan gramasi kain yang kami rangkum. Semoga bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *